Ini adalah salah satu fancfictionku yang baru saja kubuat.
Fancfiction ini terinspirasi oleh Drama Korea Favoritku yaitu Boys Before
Flower, ceritanya sama tapi ada yang berbeda, langsung baca aja....
Selamat Membaca....
F4
Universitas
shinwa adalah universitas terrkenal di SEOUL. Group Shinwa mendirikan
UNIVERSITAS SHINWA, sekolah khusus orang-orang kaya agar anaknya mempunyai
rekan dengan status sosial yang sama. F4 adalah kelompok yang beranggotakan
anak-anak dari pendiri universitas tersebut, dengan GO JUN PYO sebagai ketua
kelompok tersebut. Mereka disebut kelompok yang paling dikagumi dan di takuti
oleh mahasiswa lainnya. siapapun yang ingin cari gara-gara dengan f4, ada salah
satu ancaman bagi mahasiswa di sana, yaitu barangsiapa yang mendapatkan kartu
merah berlambangkan F4 akan mendapat bahaya besar dari mahasiswa lainnya dan
F4.
Seperti kejadian ini.
Junsu, salah satu
korbannya, saat dia hendak mengambil barangnya di Loker, dia mendapatkan sebuah
kartu merah yang di tempelkan di dalam lokernya tersebut.
Junsu : Brak (membuka
loker)=> (tercengang)=> (mengambil kartu f4)
“ sudah ku kira akan seperti ini jadinya...” (ungkapnya
dalam hati)
Junsu hanya
terdiam dia sudah mengira akan seperti ini, perlahan dia membalikkan badannya,
seperti dugaannya. Para mahasiswa sudah menunggu dibelakangnya, mereka tertawa
dan tersenyum sinis, sambil berkata
Mahasiswa A : “ Kau sudah
tau artinya kan ? (mendekati Junsu )
“ dan sekarang.....*brak*
Mahasiswa itupun
menghajar Junsu, dengan sadisnya mahasiwa yang lainnya hanya tertawa di bawah
penderitaan Junsu.
Mahasiswa B : “ habisi
saja dia”
Mahasiswa C :
“hahaha,,,,kau terliahat payah sekali Junsu”
Junsu
yang jatuh dan menahan rasa sakit, berusaha mengeluarkannya seluruh tenaga, dia
bangkit dan menghajar mahasiswa yang memukulinya tadi.
Junsu : “ kau.... apa yang
kau lakukan (sambil menarik baju mahasiwa itu ) yang
punya
masalah Denganku adalah F4 bukan dirimu, jadi kau jangan ikut
campur.” (sambil
melepas tarikan).
Mahasiswa
itupun terdiam, begitupun dengan mahasiswa yang lain, mereka hanya tercengang
melihat sikap Junsu.
Junsu yang
wajahnya babak belur, langsung pergi keluar universitas menyelamatkan diri,
sebelum mahasiswa yang lain menghajarnya.
Junsu : “ sst (merintih
kesakitan)”
Hari itu
juga, universitas tersebut, kedatangan siswa baru, ia adalah mahasiswa
beruntung, karena dia masuk bukan karena orang tuanya kaya tapi karena beasiswa
dari GRUP SHINWA.
Jandi : “
wah...(tercengang) ini universitas atau hotel berbintang 5 ?”
Jandi
yang sedang menyusuri universitas shinwa, tidak disengaja bertemu dengan Junsu
di pintu masuk sekaligus keluar. Jandi yang melihat wajah junsu yang babak
belur segera menghampirinya.
Jandi : “ kau kenapa ?
kenapa dengan wajahmu”
Junsu : “akh...ini...tidak
apa-apa..hanya terluka sedikit saja”
Jandi : “ wajahmu itu
penuh dengan darah..
Sini ikut aku”
Jandi
menarik tangan junsu dan menyuruhnya duduk di depan universitas shinwa.
Jandi : “duduklah... aku
akan mengobatimu”
Junsu : “tapi...”
Jandi : “ah tenang saja,
kau tidak usah membayarku...gratis” (sambil tersenyum )
Junsu : “(tersenyum)
terimakasih”
Jandi : “ aku belum
mengobatimu jadi, kau jangan berterimakasih” (tertawa)
Junsu : “(tersenyum)”
Jandi
mengobati luka Junsu dengan hati-hati.
Keesokan harinya...
Brak.....
(ALMOST PARADISE)=>
F4 berjalan memasuki universtas Shinwa, dipimpin oleh GO JUNPYO, anak pemilik
universitas tsb, seperti biasa mereka menjadi sorotan para mahasiswa.
Mahasiswa D : “F4” (teriak
histeris)
Mahasiswa E : “Go Jun Pyo
kau keren sekali”
Seperti biasa F4 selalu menebar pesona dan membuat histeris para
mahasiswa universitas tsb, JUN PYO sang ketua, JI HOO yang berhati baik , YI
JUNG yang manis, WOO BIN si keren.
Junsu : “hehk” sinis
Junsu yang
melihat F4 datang hanya tersenyum sinis, Jandi heran dengan tingkah
Junsu.
Junpyo yang
mengetahui bahwa Junsu melihatnya dengan sinis, segera menghampirinya.
Jun pyo : “ kenapa
kau...ku fikir kau sudah tidak berani menghinjakkan kaki di sini setelah
Mendapatkan kartu dariku.”
Junsu : “ kau fikir, aku
takut dengan ancamanmu,
Hanya begitu saja.....
Aku tidak sama dengan korbanmu yang lain”
Jun pyo : “ benarkah itu
?”
Yi jung menghampiri jun
pyo dan junsu, di susul oleh ji hoo dan woo bin.
Yi jung : “Hey.. kau
kenapa ?” (memegang wajah junsu, sambil tersenyum)
Junsu : (menghantam
pegangan yi jung)
Yi jung :
“hey...santai...santai”
Woo bin : “siapa dia ?
pacarmu ?” (sambil menghampiri jandi yang berada di belakang Junsu)
Jandi : “
a..aku..GEUM JAN DI,,,,panggil saja JAN DI” (dengan lugunya)
Ji hoo : (tersenyum)
F4 tidak
mendengarkan apa yang di katakan oleh Jandi, mereka langsung pergi
meninggalkan Jandi dan Junsu. Tapi tidak dengan Ji hoo.
Jandi : “ada yang salah dariku
?”
Ji hoo : (mengangguk)
“iya, ada yang salah dengan sifatmu...tapi aku suka...
“salam kenal....aku YOON JI HOO” (tersenyum dan membungkukkan badan)
Jandi : “salam kenal’
(membungkukkan badan juga dan tersenyum).
Ji hoo : (tersenyum)
“ Junsu kau harus sabar, kau harus kuat menghadapi cobaan dari Junpyo dan kau
Jandi ku harap kita bisa berteman baik”( sambil menepuk bahu Jandi dan
meninggalkanmereka berdua).
Jandi : “ iya....”
(tersenyum)
Junsu : “ aku masuk kelas
dulu...” (meninggalkan Jandi)
Jandi : “ hey
Junsu.... tunggu....” (teriak Jandi)
Jandi dan Junsu
pun masuk dalam kelas
Pelajaran pun di mulai,
kelas mereka beda dengan kelas para anggota F4, beda fasilitasnya dan kelas F4
terletak di lantai yang paling atas.
**********************************************************************************
2 hari kemudian, di kantin
universitas Shinwa
Jandi : “ Junsu...”
Junsu : “hemp..”
Jandi : “aku sudah 3 hari
sekolah di sini, rasanya seperti bermimpi saja, tercatat sebagai
mahasiswa Universitas shinwa, tapi sampai sekarang aku masih bingung kenapa
disaat si Jihoo dan teman-temannya datang ke universitas shinwa, para mahasiswa
histeris...”
Junsu : “ memangnya kenapa
?
Apa kau suka dengan mereka ?”
Jandi : (tersedak)
“hehk,,suka!. mana mungkin, sifatnya saja seperti itu”
Junsu : “ benarkah? ”
Jandi : “ sungguh..
Memangnya siapa mereka, artis, personil boyband, bukankan ?”
Junsu : “F4”
Jandi : “EP,,,F...F4 ? apa
itu ?” (bingung).
Junsu : “ anak dari
pewaris real estate, pewaris museum nasional, cucu mantan presiden hingga
Pewaris tunggal group Shinwa.”
Jandi : “ jadi dia anak
dari pemilik Universitas ini,,,, wahk kaya sekali dia...
Pantas saja gayanya seperti itu. Tapi,,,, kenapa si Jihoo berkata padamu kau
harus sabar ?”
Junsu : “ kau masih ingat
kejadian 3 hari yang lalu, saat aku babak belur ?
Memang bukan mereka yang menghabisiku, tapi karna
perintah merekalah
mahasiswa Yang lain menghabisiku.”
Jandi : “benarkah ?”
(kaget)
Jun pyo : “ itu benar ?
Siapapun yang berani melawan F4 akan mendapatkan kartu merah
dengan Lambang F4, dan mereka akan bernasib sama dengan teman itu !”
(selonong JUN PYO ).
Jan di : “memangnya siapa
kau ? hehk... kau bukan presiden, kau hanya anak presiden, kau
tidak Boleh melakukan hal sekejam itu !” (membentak)
Jun pyo : “ tenang saja...
selama kau tidak mencari masalah denganku, kau akan aman,
mahasiswa Beruntung”
Jandi : (mengambil minuman
dan menumpahkannya ke wajah Jun Pyo)
Jun pyo : “ hey”
(sentaknya)
Jan di : “ itu balasannya
jika kau berani meremehkanku.... aku masuk karena hasil jerih
payahku Untuk mendapat beasiswa... Junsu ayo kita masuk kembali ke kelas”
(meninggalkan F4)
Junsu : “ baiklah”
Jun Pyo : “hey kau....”
teriak Jun pyo geram
F3 hanya terdiam melihat aksi nekad Jandi yang berani menumpahkan minuman ke
wajah JunPyo. Karena selama ini belum ada mahasiswa yang berani melakukan hal
nekad seperti Jandi. Sedangkan Jun Pyo terus saja mengeluh dan
marah-marah.
“”””””””””””””””””””””””””””””””””””””””””””””””””””””””””””””””””””””””””””””””””””””””””””””””””
Keesokan harinya
Di ruang F4
Jun Pyo masih kesal dengan kejadian kemarin. Jun Pyo sudah menegaskan untuk
memberikan kartu merah F4 pada Jandi. Tapi siasat itu tidak di ketahui oleh Ji
Hoo.
Semakin hari Jandi, Junsu dan Ji Hoo
personil F4 semakin akrab.
Jandi : “ kak Jihoo, Junsu
kau mau tidak menemaniku pergi malam nanti ?”
Junsu: (mengangguk)
Jihoo : “akan ku usahakan”
Junsu : “ Jandi, aku pergi
ke kantin dulu ya... kak apa kau mau ikut ?”
Jihoo : “ iya, aku ikut...
Jandi kau tidak papa kan sendirian ?”
Jandi : “iya, tidak
apa-apa”
Junsu
dan kak Jihoo pergi meninggalkan Jandi.
Jandi
ingin mengambil barangnya yang di loker segera membuka lokernya, dan
ternyata....
Jandi : (tercengang)=>
(mengambil kartu merah itu dan......
Mahasiswa A : “ baru saja
menjadi mahasiswa sudah mencari masalah pada F4 !”
Mahasiswa B : “ kita apakan
dia ? Bunuh atau..... ?”
Mahasiswa A kemudian melempar sebuah tongkat pada Jandi,
Jandi : “ siapapun tolong
aku ?” harapnya dalam hati sambil memejamkan mata .
#sap#
Junsu : “ kau tidak
apa-apa jandi ? ”
Jandi : “ Junsu... dari
mana kau tau, bukannya kau tadi ke kantin ? ”
Junsu : “ iya tadinya aku
akan ke kantin tapi.....sudahlah itu tidak penting !
kau tenang saja.... aku akan melindungimu .. dan kak Jihoo akan menghadapi F4
!”
Jandi : “
junsu.......kakak.............terimakasih” (menangis)
^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^
Di Ruang F4
Jun Pyo
yang sedang asyik main game dengan Yi jung, tiba- tiba di kageti dengan
kehadiran Jihoo
Jihoo : “Junpyo.........(memukul
wajah Junpyo)”
“kau itu punya hati atau tidak?seenaknya saja memberikan kartu merah itu pada
Jandi!’
Woo bin : “hey Jihoo, kau
kenapa tidak seperti biasanya kau seperti itu, kenapa kau ?”
Jihoo : “kau juga Yijung,
Woobin..... apa kalian tidak punya hati, kalian tahu, perintah kalian itu
Membuat nyawa orang terancam !” bentak Jihoo
JunPyo : “ kenapa kau ?
kenapa kau selalu membela dia, kau itu anggota F4 bukan anggota
mereka !”
Jihoo : “ kalau kalian
seperti ini terus aku akan keluar dari F4 !” (tegas Jihoo sambil
meninggalkan Ruangan F4)
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
1 BULAN KEMUDIAN
Jihoo : “hahk...sudah 1
bulan aku sebagai mahasiswa US yang normal bukan anggota F4
Rasanya Bebas dari neraka” (ucapnya tersenyum)
Junsu : “apa orangtuamu
tau kau keluar dari F4 ?”
Jihoo : (menggelengkan
kepala)
Jandi : “kakak bukannya
aku tidak suka denganmu saat kau terus bersama kami. Kau masih
Masih anggota F4. Kembali dengan F4. Aku mohon. Mereka adalah teman-teman kakak
Tak sepantasnya
kakak bermusuhan seperti ini.” Pinta Jandi.
Jihoo : “tidak,”
Junsu : “memangnya kau tidak
ingin berteman dengan mereka, apa kau tidak rindu dengan
Mereka?”
Jandi : “ iya kak. Aku
rasa kakak masih ingin berteman dengan mereka. Aku mohon sekarang
Kakak ke ruang F4, dan berbaikan, seperti semula. Dimana disaat aku belum ada”
Jihoo : “Jandi”
Jandi : “memangkan..aku
yang membuat kakak keluar dari F4, ini semua salahku
Maafkan aku.”(mulai meneteskan air mata).
Jihoo : “tidak Jandi, ini
semua bukan kesalahanmu. Sejujurnya aku ingin melakukannya dari
Dulu, tapi aku masih belum mempunyai keberanian, tapi berkat kaulah, aku bisa
me
Lakukan apa yang ingin ku lakukan pada f4” tegasnya
Junsu : “kau kembalilah
pada F4...kau akan masih menjadi teman kita . iyakan Jandi ?”
Jandi : “iya”
Jihoo : “Jandi, Junsu
terimakasih... terimakasih karna kalian bisa mengerti aku”
“aku akan kembali ke F4”
JANDI & JUNSU : “iya”
Jandi : “cepat ke sana”
perintahnya
Jihoo : (menganggukkan
kepala dan berlari meninggalkan mereke ber-2,& menuju keruang F4)
:::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::
DI RUANG F4
Yijung : sudah sebulan F4
tidak berjalan, dengan kehadiran Jihoo”
Woobin : “aku sangat
merindukannya”
Yijung : “Junpyo, apa kau
tidak ingin minta maaf pada Jihoo”
Junpyo : “minta maaf...
yang benar saja, aku tidak bersalah, dia yang seharusnya minta maaf
Padaku.
Woobin : “kau itu tetap
saja seperti itu”
Brak..................................
Tiba-tiba Jihoo datang tanpa
sepengetahuan F3
Woobin : “Jihoo, kau
datang ingin kembali pada F4 kan ?” harapnya sambil merangkul Jihoo.
Jihoo : “ aku ingin
membuat perhitungan dengan JunPyo” sambil menodongkan telunjuknya
ke Junpyo.
Jun pyo : “ hahk...
perhitungan apa ?”
Ji hoo : “ aku akan kembali lagi ke F4, bila peraturan kartu F4 di cabut...”
BERSAMBUNG
Tidak ada komentar:
Posting Komentar